Make your own free website on Tripod.com
belajarmarketiva.com | caffeinblue.com | main


.

.
.
 


 
  Technical Analyst
Learn About
Fundamental Today
 
   Buku panduan Marketiva
  Belajar MARKETIVA selangkah demi selangkah, sebuah buku panduan FOREX untuk kalangan mengenengah ke bawah.
 
Pesan Sponsor
Taruh iklan anda di sini..
Taruh iklan anda di sini..
 
Basic Technical Analyst
 
XMA (Exponential Moving Average)
 
XMA merupakan penyempurnaan dari metode SMA. Seperti kita ketahui bahwa pembobotan SMA merupakan penyebab yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan sinyal perubahan trend. Pemberian bobot pada XMA sama seperti juga pada WMA, melibatkan periode. Hanya saja perbedaannya jika pada WMA semakin panjang periode yang kita gunakan maka semakin besar bobot nilai terakhirnya, maka pada XMA terjadi sebaliknya yaitu semakin panjangperiode yang kita pakai maka semakin kecil pembobotan nilai terakhir yang kita pakai.

Secara matematis XMA kita tuliskan dalam bentuk sebagai berikut:

Image

Ok, mari kita lihat contoh perhitungannya. Dibawah ini adalah perhitungan XMA 6 periode:

No Data
Previous XMA       XMA
  1   25
   
  2   24
   
  3   28
   
  4   24    
  5   26
   
  6   27
   25,666667  26,047619
  7   29
   26,047619  26,891155
  8   30
   26,891155  27,779396
  9   31
   27,779396  28,699567
 10   30
   28,699567  29,071119
 11   29
   29,071119  29,050799
 12   31
   29,050799  29,607713
 
Beberapa dari Anda yang memperhatikan data-data yang membosankan ini pastilah bertanya-tanya dari mana nilai previous XMA pada data nomor 6 karena bukankah kita belum sama sekali memiliki nilai XMA pada bagian sebelumnya? Jawabannya, nilai previous XMA tersebut adalah nilai SMA. Jadi, nilai XMA untuk data pertama adalah sama persis dengan nilai SMA. Dalam contoh diatas besarnya adalah 25,666667. Diperoleh dari (25+24+28+24+26+27)/6 = 25,666667. Sama persis dengan cara menghitung SMA bukan? (ayo lihat kembali pada bab sebelumnya!!).

XMA pada nomor 6 diperoleh dari rumus diatas yaitu :

Image

Perhitungan terus dilakukan seperti cara diatas untuk memperoleh nilai XMA berikutnya. Tapi sudahlah, Anda tidak perlu melakukan perhitungan seperti saya karena semuanya sudah tersedia secara otomatis pada masa sekarang. Namun jika Anda tertarik untuk melakukan cross check dengan apa yang saya berikan, silakan saja. Tidak ada yang menghalangi Anda.

Aplikasi XMA

Secara keseluruhan, peraturan pada XMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Berikut ringkasannya:

No                        Posisi XMA                        Arti
 1  XMA berada dibawah harga.  Kondisi bullish / trend naik.
 2  XMA berada diatas harga.  Kondisi bearish / trend menurun.
 3  XMA memotong harga dari bawah.  Perubahan trend menuu bearish.
 4  XMA memotong harga dari atas.  Perubahan trend menuju bullish.
 5  XMA periode lebih pendek memotong
 XMA periode lebih panjang dari bawah.
 Perubahan trend menuju bearish.
 6  XMA periode lebih pendek memotong
 XMA periode lebih panjang dari atas.
 Perubahan trend menuju bullish.
 7  XMA dengan periode lebih panjang berada
 diatas XMA berperiode lebih pendek
 Kondisi bearish / trend menurun.
 8  XMA dengan periode lebih panjang berada
 dibawah XMA berperiode lebih pendek.
 Kondisi bullish / trend naik.
 
Nah, gambar dibawah ini adalah aplikasi dalam memprediksi trend yang akan terjadi dengan menggunakan XMA. Cara penggunaannya sama persis dengan penggunaan pada SMA.

Image
Grafik GBP/USD, Daily. Diambil 1 Juli 2005. Sumber : www.netdania.com

Penggunaan dengan memakai dua buah XMA juga dapat digunakan sama seperti pada SMA.

Image
Grafik GBP/USD, 1 hour. Diambil 04 Juli 2005. Sumber : www.netdania.com

Sumber :
 
  • "Syamsir, Hendra. "Solusi Investasi di bursa saham" Alex media Komputido, 2005.
  • Belajarforex.com
 
   
Jika anda tertarik untuk berinvestasi FOREX selain di MV silakan coba Easy Forex, untuk pembukaan account pertama bisa dilakukan mulai dari $25.. selamat mencoba.
   
 

  Masih bingung....? pengen lebih tau analisa technical yang lain...?
  Lalu bagaimana dengan analisa pengaruh fundamental..?
  Kapan dong kita memakai salah satu analisa tersebut?
Saya sudah bahas semuanya di buku
"belajar MARKETIVA selangkah demi selangkah"
  Untuk informasi lebih jelasnya klik disini
   
 
 
Copyright 2006, belajarmarketiva.tripod.com   All rights reserved.